Postingan

Menampilkan postingan dari 2026

Resmi Dilantik! Oktovianus Mau Siap Bawa PMKRI Atambua Lebih Progresif di Perbatasan RI–RDTL

Gambar
PMKRI Cabang Atambua - Tongkat estafet kepemimpinan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Atambua St. Yohanes Paulus II resmi berganti. Oktovianus Mau bersama jajaran Dewan Pimpinan Cabang (DPC) periode 2025/2026 dilantik dalam upacara khidmat di Aula Dharma Wanita Betelalenok, Atambua, Kamis, 30 Januari 2026. Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat PMKRI, Maria A. F. G. Sukmaniara. Pelantikan tersebut menandai dimulainya masa bakti baru organisasi kader berskala nasional itu di wilayah perbatasan Republik Indonesia dan Republik Demokratik Timor Leste (RI–RDTL). Dalam arahannya, Maria menekankan pentingnya menjaga tiga nilai utama PMKRI, yakni Kristianitas, Intelektualitas, dan Fraternitas. Ia mengingatkan bahwa PMKRI harus tetap konsisten menjadi organisasi yang berpihak kepada masyarakat kecil dan kelompok yang kurang terdengar suaranya. “PMKRI bukan sekadar organisasi mahasiswa biasa. Kita adalah agen perubahan yang har...

Ganti Nahkoda di Garis Depan RI–RDTL! Oktovianus Mau Pegang Kendali PMKRI Atambua

Gambar
PMKRI Atambua - Estafet kepemimpinan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Atambua Sanctus Yohanes Paulus II resmi berganti. Oktovianus Mau terpilih sebagai Ketua Presidium PMKRI Atambua untuk masa bakti 2025–2026 melalui Rapat Umum Anggota Cabang (RUAC) XVII yang digelar pada 17–18 Januari 2026. Terpilihnya Oktovianus, yang akrab disapa Okto, menandai babak baru kepemimpinan organisasi mahasiswa Katolik di wilayah perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Republik Demokratik Timor Leste (RI–RDTL). Momentum ini dinilai krusial di tengah tantangan sosial, kebangsaan, dan dinamika internal organisasi yang semakin kompleks. Dalam pidato perdananya usai terpilih, Okto menegaskan bahwa jabatan Ketua Presidium bukanlah sekadar posisi struktural, melainkan sebuah panggilan pengabdian. “Menjadi Ketua Presidium bukan soal jabatan, tetapi panggilan untuk melayani dan mempertegas identitas kader PMKRI. Dedikasi kita harus nyata bagi Gereja dan Bangsa,” ujar Oktov...