Ganti Nahkoda di Garis Depan RI–RDTL! Oktovianus Mau Pegang Kendali PMKRI Atambua

PMKRI Atambua - Estafet kepemimpinan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Atambua Sanctus Yohanes Paulus II resmi berganti.

Oktovianus Mau terpilih sebagai Ketua Presidium PMKRI Atambua untuk masa bakti 2025–2026 melalui Rapat Umum Anggota Cabang (RUAC) XVII yang digelar pada 17–18 Januari 2026.

Terpilihnya Oktovianus, yang akrab disapa Okto, menandai babak baru kepemimpinan organisasi mahasiswa Katolik di wilayah perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Republik Demokratik Timor Leste (RI–RDTL).

Momentum ini dinilai krusial di tengah tantangan sosial, kebangsaan, dan dinamika internal organisasi yang semakin kompleks.

Dalam pidato perdananya usai terpilih, Okto menegaskan bahwa jabatan Ketua Presidium bukanlah sekadar posisi struktural, melainkan sebuah panggilan pengabdian.

“Menjadi Ketua Presidium bukan soal jabatan, tetapi panggilan untuk melayani dan mempertegas identitas kader PMKRI. Dedikasi kita harus nyata bagi Gereja dan Bangsa,” ujar Oktovianus Mau, Sabtu, 18 Januari 2026.

Ia mengajak seluruh kader PMKRI Atambua untuk terus berproses dan menjaga semangat perjuangan organisasi yang berakar pada nilai Pro Ecclesia et Patria.

“Saya mengajak seluruh kader PMKRI Atambua untuk tidak pernah lelah berproses. Kita harus solid, karena kekuatan organisasi ini lahir dari kebersamaan dan kesadaran kolektif,” kata Okto.

Menurut Okto, tantangan kaderisasi dan peran sosial PMKRI di wilayah perbatasan menuntut kepemimpinan yang progresif, terbuka, dan responsif terhadap realitas masyarakat.

RUAC XVII PMKRI Atambua sendiri tidak hanya menjadi forum pergantian kepemimpinan, tetapi juga ruang refleksi organisasi.

Forum ini diharapkan mampu memperkuat kembali arah gerak perhimpunan sebagai organisasi kader yang kritis, solutif, dan konsisten memperjuangkan nilai kemanusiaan.

Dengan terpilihnya Oktovianus Mau, harapan besar disematkan pada kepengurusan baru agar PMKRI Cabang Atambua tetap eksis sebagai mitra kritis masyarakat dan penjaga nilai kebangsaan di tanah perbatasan Belu, sembari menjaga nyala semangat Santo Yohanes Paulus II yang menjadi roh perjuangan perhimpunan.***

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resmi Dilantik! Oktovianus Mau Siap Bawa PMKRI Atambua Lebih Progresif di Perbatasan RI–RDTL