Resmi Dilantik! Oktovianus Mau Siap Bawa PMKRI Atambua Lebih Progresif di Perbatasan RI–RDTL
PMKRI Cabang Atambua - Tongkat estafet kepemimpinan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Atambua St. Yohanes Paulus II resmi berganti.
Oktovianus Mau bersama jajaran Dewan Pimpinan Cabang (DPC) periode 2025/2026 dilantik dalam upacara khidmat di Aula Dharma Wanita Betelalenok, Atambua, Kamis, 30 Januari 2026.
Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat PMKRI, Maria A. F. G. Sukmaniara.
Pelantikan tersebut menandai dimulainya masa bakti baru organisasi kader berskala nasional itu di wilayah perbatasan Republik Indonesia dan Republik Demokratik Timor Leste (RI–RDTL).
Dalam arahannya, Maria menekankan pentingnya menjaga tiga nilai utama PMKRI, yakni Kristianitas, Intelektualitas, dan Fraternitas.
Ia mengingatkan bahwa PMKRI harus tetap konsisten menjadi organisasi yang berpihak kepada masyarakat kecil dan kelompok yang kurang terdengar suaranya.
“PMKRI bukan sekadar organisasi mahasiswa biasa. Kita adalah agen perubahan yang harus kritis, beretika, dan berpihak pada rakyat kecil. Pengurus baru wajib peka membaca persoalan lokal dan merumuskan gerakan yang berdampak nyata,” ujar Maria.
Maria juga menyoroti posisi strategis Atambua sebagai wilayah perbatasan yang memiliki tantangan sosial, ekonomi, dan kemanusiaan yang khas.
Menurut dia, kader PMKRI di daerah perbatasan dituntut lebih responsif dalam menyikapi berbagai persoalan tersebut.
Sementara itu, Ketua Presidium PMKRI Cabang Atambua terpilih, Oktovianus Mau, menegaskan komitmennya untuk membawa organisasi ke arah yang lebih progresif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Dalam pidato perdananya, Oktovianus menilai PMKRI harus menjadi ruang kaderisasi yang reflektif terhadap persoalan kemanusiaan, khususnya di wilayah pinggiran.
“Kami berkomitmen menjadikan PMKRI sebagai ruang kaderisasi yang reflektif terhadap persoalan kemanusiaan. PMKRI harus hadir di tengah realitas masyarakat pinggiran melalui gerakan intelektual dan advokasi sosial yang berkeadilan,” kata Oktovianus.
Ia menambahkan, letak geografis Atambua sebagai “beranda depan” negara menjadi alasan kuat bagi PMKRI untuk aktif mengawal isu-isu strategis, mulai dari pembangunan kawasan perbatasan hingga persoalan sosial-kemasyarakatan.
Acara pelantikan tersebut turut dihadiri para kader, alumni atau penyokong PMKRI, serta sejumlah perwakilan organisasi kepemudaan (OKP). Suasana berlangsung penuh khidmat dan diwarnai semangat kebersamaan antaranggota.
Momentum pelantikan ini diharapkan menjadi energi baru bagi PMKRI Cabang Atambua untuk memperkuat peran sebagai organisasi kader yang kritis, solutif, dan dekat dengan realitas masyarakat selama satu periode kepengurusan ke depan.***

Komentar
Posting Komentar